BerandaBantenTangerang SelatanPramuka Tangsel Disiapkan Hadapi AI hingga Ketahanan Pangan

Pramuka Tangsel Disiapkan Hadapi AI hingga Ketahanan Pangan

TANGSEL – Gerakan Pramuka di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) didorong untuk semakin dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan hingga berbagai persoalan sosial, kegiatan kepramukaan dinilai perlu menjadi ruang pembelajaran yang mampu membekali anggota dengan karakter sekaligus keterampilan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan hal tersebut saat memimpin Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kota Tangerang Selatan, Rabu (7/10/2026). Menurutnya, perjalanan Pramuka selama 65 tahun menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

Benyamin menilai tantangan generasi sekarang jauh berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi serta membangun karakter agar anak muda tidak mudah terpengaruh hoaks, perundungan, kekerasan, narkotika maupun perjudian daring.

“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma yang menjadi pedoman hidup setiap anggota Pramuka telah terbukti mampu membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” ujar Benyamin.

Karena itu, pendidikan kepramukaan di Tangsel diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kedisiplinan dan kepemimpinan. Anggota Pramuka juga perlu mendapatkan pengalaman yang berkaitan dengan teknologi, lingkungan, kewirausahaan serta kemampuan menyelesaikan persoalan yang ada di sekitarnya.

Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah ketahanan pangan, energi dan air. Benyamin mendorong generasi muda mengenal sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan hingga kewirausahaan sebagai bagian dari proses pendidikan sekaligus upaya membangun kemandirian.

“Kami memandang ketahanan pangan bukan semata persoalan menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya,” jelasnya.

Benyamin berharap pendekatan tersebut dapat membuat Gerakan Pramuka semakin relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Anak muda tidak hanya dituntut memiliki karakter kuat, tetapi juga harus mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, penguatan pendidikan kepramukaan menjadi salah satu investasi penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Pramuka diharapkan mampu melahirkan anak muda yang mandiri, produktif, berintegritas, berwawasan kebangsaan dan memiliki semangat pengabdian.

“Gerakan Pramuka akan terus menjadi kawah candradimuka pembentukan arah pembangunan bangsa, melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam,” tuturnya. (Red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru