BerandaRuangRuang Boleh Berbeda, Tapi Semua Akan Sampai di Titik yang Sama

Ruang Boleh Berbeda, Tapi Semua Akan Sampai di Titik yang Sama

“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (Penggalan kalimat dari satu ayat dalam Kitab Suci Al-Quran, tepatnya Surat An-Nisa ayat 78).

Ruang dan waktu merupakan satu kesatuan, terikat dalam sebuah struktur bernama ruang-waktu (spacetime) berdasarkan Teori Relativitas Albert Einstein. Ruang mempunyai tiga dimensi yaitu panjang, lebar, dan tinggi, sedangkan waktu adalah dimensi keempatnya. Segala sesuatu yang menempati ruang pasti membutuhkan waktu untuk berada di ruang tersebut. Dan waktu sebagai ukuran dari perubahan atau kejadian. Perubahan atau pergerakan hanya bisa terjadi jika ada jarak atau tempat (ruang) bagi sesuatu itu untuk berubah.

Setiap orang dari kita semua pasti harus menempati suatu ruang dalam setiap jamnya, dalam setiap menitnya, bahkan dalam setiap detiknya, baik dalam kondisi hidup maupun dalam kondisi mati sekalipun. Ya, setiap kita harus menempati suatu ruang.

Ruang itu bisa ruang keluarga, ruang jalan atau gang bersama tetangga (wilayah RT atau RW). Bisa juga ruang itu adalah ruang pejabat, ruang presiden, ruang gubernur, ruang walikota, hingga ruang lurah. Ruang itu bisa pula ruang kantor, ruang direktur hingga ruang OB (office-boy).

Berbeda pasti panjang, lebar, dan tinggi masing-masing ruang itu, dan akan berbeda pula waktu berada di sana. Namun ada satu kesamaan dari semua orang yang menempati ruang-waktu yang berbeda itu yaitu memiliki tanggung jawab atas perannya masing-masing.

Bukan jabatan, bukan pangkat, bukan pula kedudukan yang dipersoalkan. Namun, bagaimana kita bisa memberi dampak positif bagi orang-orang di sekitar kita melalui peran apa pun. Seberapa manfaat kita berada di ruang itu atau seberapa mudarat. Manfaat dan mudarat yang dipersoalkan dan akan dimintakan pertanggungjawaban.

Di ruang keluarga, seberapa manfaat kita sebagai ayah, sebagai ibu, sebagai anak. Di ruang RT/RW, seberapa manfaat kita sebagai warga. Di ruang pusat pemerintah, seberapa manfaat kita sebagai presiden, sebagai menteri, sebagai gubernur, sebagai walikota, sebagai camat, sebagai lurah. Di ruang organisasi agama dan kemasyarakatan, seberapa manfaat kita sebagai pengurus MUI, pengurus Baznas, pengurus NU, pengurus Muhammadiyah, dan lain sebagainya.

Demikian banyak ruang, hanya satu pertanyaan kelak, peran kita memberikan manfaat atau mudarat? Manfaat membuahkan kebaikan. Mudarat membuahkan keburukan.

Dan akhirnya, di manapun kita berada, kematian akan menjemput dan berpindah ke ruang akhirat. Setelah itu, dimana ruang kita? Ruang kanan? Ruang kiri? Tiket masuknya dicetak di ruang saat ini kita berada.

Penulis : Muhammad Taufik

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru