BerandaBantenTangerangSawah Mauk Punya Potensi 1.705 Ton Gabah, Bantuan Traktor dan Pompa Air...

Sawah Mauk Punya Potensi 1.705 Ton Gabah, Bantuan Traktor dan Pompa Air Mulai Disalurkan

TANGERANG — Mengejar panen berikutnya menjadi pekerjaan penting bagi petani di tengah kebutuhan menjaga pasokan pangan. Pemerintah Kabupaten Tangerang mendorong petani mempercepat masa tanam setelah panen, sekaligus memperkuat produktivitas melalui bantuan alat dan sarana pertanian.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyoroti pentingnya kesinambungan produksi tersebut saat menghadiri panen padi sawah dan penyerahan bantuan pertanian di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang.

Maesyal meminta petani tidak membiarkan lahan terlalu lama menganggur setelah padi dipanen. Ia menyebut petani dan kelompok tani setempat telah menyepakati persiapan penanaman kembali dengan tenggat maksimal 14 hari setelah panen.

“Jangan terlalu lama dibiarkan setelah panen. Maksimal 14 hari ya,” tegas Maesyal.

Menurut dia, percepatan masa tanam perlu ditopang pengelolaan lahan yang baik, ketersediaan air, benih berkualitas, serta pemupukan yang tepat. Langkah tersebut diharapkan menjaga kesinambungan produksi dan membantu petani memanfaatkan lahan secara optimal.

Potensi produksi di wilayah Kelompok Tani Cibentek, Kecamatan Mauk, menjadi salah satu modal untuk mendukung upaya tersebut. Hamparan sawah seluas kurang lebih 275 hektare yang dikelola delapan kelompok tani ditanami padi varietas Inpari 32. Dengan perkiraan produktivitas 6,2 ton per hektare, kawasan itu berpotensi menghasilkan sekitar 1.705 ton gabah.

Angka tersebut merupakan potensi berdasarkan luas lahan dan perkiraan produktivitas, bukan catatan realisasi panen yang telah dikonfirmasi. Meski demikian, kapasitas tersebut menunjukkan pentingnya menjaga lahan produktif agar tetap mampu memasok kebutuhan pangan masyarakat.

Untuk mendukung pekerjaan petani, pemerintah menyerahkan dua unit traktor tipe crawler, 25 unit pompa air berukuran empat inci, 1,5 ton benih padi Inpari 32, pestisida nabati untuk luasan 500 hektare, serta alat pemotong rumput.

Maesyal menjelaskan, penggunaan teknologi pertanian dapat memangkas waktu kerja secara signifikan. Menurut dia, pemanenan satu hektare sawah yang dikerjakan secara manual bisa memerlukan dua hingga tiga hari, sedangkan penggunaan mesin pemanen padi atau combine harvester dapat menyelesaikannya dalam waktu sekitar dua jam.

Ia menegaskan, bantuan tersebut harus digunakan secara optimal dan dipertanggungjawabkan oleh kelompok tani penerima. Dukungan terhadap pertanian, lanjutnya, merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui anggaran masing-masing.

“Jadi ini kolaborasi APBN, APBD Provinsi Banten dan APBD Kabupaten Tangerang. Membantu para petani untuk lebih lagi sejahtera. Lebih berkah lagi panen padinya supaya bisa bermanfaat bagi masyarakatnya. Termasuk di dalamnya adalah bisa dia menghasilkan pendapatan,” ungkapnya.

Dari sisi petani, bantuan tersebut diharapkan menjawab persoalan yang selama ini menghambat pekerjaan di sawah. Idep Bustomi, perwakilan Kelompok Tani Cibentek, mengatakan pengolahan lahan secara manual dan keterbatasan air pada waktu tertentu dapat memperpanjang pekerjaan sekaligus meningkatkan biaya operasional.

Ia menilai kehadiran traktor, pompa air, dan benih padi membantu petani mempersiapkan lahan serta menjaga kualitas hasil budidaya. Dukungan itu juga diharapkan membuat proses tanam berikutnya berlangsung lebih efisien.

Namun, keberhasilan program pertanian tidak cukup diukur dari jumlah alat yang diserahkan maupun besarnya potensi gabah. Ketersediaan air, kondisi mesin, ketepatan distribusi sarana produksi, dan pendampingan kepada petani tetap menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar memberikan hasil.

Maesyal berharap penguatan sarana produksi dan modernisasi pertanian dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga luas lahan produktif di tengah perkembangan kawasan permukiman dan industri. Dengan kesinambungan masa tanam, Kabupaten Tangerang diharapkan mampu mempertahankan kapasitas produksi pangan dan memperkuat kesejahteraan keluarga petani. (Red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru