BerandaKesehatanTikus Muncul Terus? Jangan Asal Tebar Kamper, Ini Cara yang Lebih Efektif

Tikus Muncul Terus? Jangan Asal Tebar Kamper, Ini Cara yang Lebih Efektif

Kemunculan tikus di dalam rumah sering menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu dibenahi, bukan sekadar persoalan hewan pengerat yang harus segera diusir. Dapur, gudang, tempat sampah, hingga celah kecil di dinding dapat menjadi jalur bagi tikus untuk mencari makanan, air, sekaligus tempat berlindung.

Selama ini kamper atau mothballs kerap dianggap sebagai senjata sederhana untuk membuat tikus menjauh. Aromanya yang menyengat memang membuat sebagian orang percaya tikus tidak akan betah berada di sekitarnya. Namun, anggapan bahwa menaruh kamper di sudut rumah dapat menjadi solusi pengendalian tikus ternyata tidak tepat.

Tim Stock, pakar pengendalian hama dari Oregon State University Extension Service, menjelaskan bahwa kamper merupakan pestisida yang penggunaannya memiliki aturan tertentu. Produk tersebut pada dasarnya ditujukan untuk mengendalikan ngengat pakaian, bukan tikus maupun hewan pengerat lainnya.

Stock mengingatkan, penggunaan kamper di tempat terbuka untuk mengusir tikus justru dapat menimbulkan risiko. Kamper mengandung bahan aktif seperti naftalena atau paradichlorobenzene yang dapat berubah menjadi gas. Jika digunakan di ruang terbuka dan baunya tercium, manusia maupun hewan di sekitarnya dapat terpapar uap pestisida tersebut.

Karena itu, menebarkan kamper di dapur, gudang, plafon, lubang dinding atau tempat lain yang menjadi jalur tikus bukan langkah yang disarankan. National Pesticide Information Center bahkan menyebut kamper memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki efek sebagai pengusir hewan jika penggunaannya tidak sesuai label. Paparan uapnya juga dapat menyebabkan iritasi mata dan hidung, batuk, sakit kepala hingga mual.

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan ketika tikus mulai muncul? Kuncinya justru bukan membuat rumah berbau menyengat, melainkan menghilangkan alasan tikus datang. Makanan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, tumpahan makanan segera dibersihkan, tempat sampah ditutup dan sumber air yang mudah dijangkau tikus perlu diminimalkan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut pencegahan tikus dapat dilakukan dengan tiga langkah utama: menutup akses masuk, mengendalikan keberadaan tikus, serta membersihkan area yang telah tercemar kotoran atau urine tikus. Bahkan lubang selebar sekitar 6 milimeter atau sebesar diameter pensil dapat menjadi akses bagi tikus tertentu untuk masuk ke rumah.

Selain kebersihan, pemeriksaan fisik bangunan juga penting. Celah di bawah pintu, sekitar pipa, ventilasi, saluran, dinding dan bagian rumah lainnya perlu diperiksa kemudian ditutup menggunakan material yang sulit digigit tikus. CDC juga menyarankan makanan, termasuk makanan hewan peliharaan, disimpan dalam wadah tebal dengan penutup rapat.

Bila tikus sudah terlanjur berada di dalam rumah, perangkap mekanis dapat menjadi salah satu pilihan pengendalian. Namun, penanganannya tetap harus memperhatikan kebersihan dan keamanan. Kotoran atau bangkai tikus tidak sebaiknya disentuh langsung karena tikus dan material yang terkontaminasi dapat menjadi sumber paparan penyakit tertentu.

Dengan demikian, bahan beraroma kuat seperti cuka apel, minyak kayu putih atau lada hitam boleh saja dipandang sebagai upaya tambahan untuk membuat area tertentu kurang menarik bagi tikus, tetapi jangan dianggap sebagai solusi utama. Jika sumber makanan, tempat berlindung dan jalur masuknya tetap tersedia, tikus berpotensi kembali meskipun aroma yang tidak disukainya sudah diberikan.

Pada akhirnya, cara paling efektif menghadapi tikus bukan sekadar mencari bau yang membuatnya pergi. Rumah perlu dibuat tidak menarik bagi tikus sekaligus sulit dimasuki. Ketika makanan tertutup, sampah terkelola, celah bangunan ditutup dan keberadaan tikus dikendalikan, peluang hewan pengerat itu kembali pun dapat ditekan. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru