TANGERANG — Kesadaran warga Kabupaten Tangerang untuk memeriksakan kesehatan sejak dini terus menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Kecamatan Pagedangan, Jumat (11/9/2026), yang diikuti 429 warga atau melampaui target awal sebanyak 400 peserta.
Pelaksanaan CKG tersebut turut ditinjau langsung Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan primer dapat berjalan optimal hingga tingkat kecamatan.
Menurut dr. Hendra, tingginya jumlah warga yang mengikuti pemeriksaan menunjukkan bahwa layanan deteksi dini semakin dibutuhkan masyarakat. Pemeriksaan ini diharapkan mampu menemukan gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
“Tujuannya adalah untuk melakukan deteksi dini. Sehingga, jika ditemukan ada bibit penyakit atau gangguan kesehatan sedikit saja, cepat kita obati, cepat kita lakukan pencegahan, dan tetap bisa minum obat untuk terapi sehingga tidak terjadi komplikasi yang tidak kita inginkan,” ujar dr. Hendra.
CKG tidak hanya menyasar pemeriksaan dasar terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Dinkes Kabupaten Tangerang juga memperkuat deteksi penyakit menular, salah satunya Tuberkulosis (TBC), melalui pemeriksaan rontgen paru-paru.
Dr. Hendra mengatakan strategi deteksi dini juga menjadi bagian dari intervensi kesehatan yang lebih luas di Kabupaten Tangerang. Salah satu hasil yang disebutnya menunjukkan perkembangan positif adalah penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) yang terus berlangsung sejak 2024.
“Secara makro, intervensi dan deteksi dini dari Dinkes juga sukses menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Tangerang yang angkanya terus menunjukkan penurunan signifikan sejak tahun 2024,” jelasnya.
Ia berharap pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika program CKG digelar. Masyarakat didorong memanfaatkan layanan kesehatan secara rutin agar potensi penyakit dapat diketahui lebih cepat dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap nanti masyarakat minimal satu kali setahun tetap melaksanakan program cek kesehatan gratis ini. Walaupun boleh tiga bulan sekali atau enam bulan sekali. Tujuannya agar penyakit yang ada bisa cepat terdeteksi, aktivitas tidak terganggu, dan derajat kesehatan masyarakat terus meningkat,” tambahnya.
Pemkab Tangerang melalui Dinkes berkomitmen memperluas dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan melalui puskesmas, rumah sakit umum daerah, serta kemitraan dengan rumah sakit swasta. Langkah tersebut diarahkan agar masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang semakin mudah memperoleh pelayanan dan perlindungan kesehatan yang berkualitas. (red)





