TANGERANG – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin diperhitungkan sebagai penggerak ekonomi Kabupaten Tangerang. Pada 2025, jumlah UMKM di daerah tersebut bertambah sekitar 17 ribu dibandingkan tahun sebelumnya, seiring upaya pemerintah daerah memperkuat industri kreatif berbasis potensi wilayah.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan hal itu saat menghadiri Indonesia Creative Connect dan Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026). Menurutnya, pengembangan UMKM perlu disesuaikan dengan karakteristik dan sumber daya setiap wilayah.
“Kita mengklusterkan potensi ekonomi kreatif ini menurut perwilayahan karena luasnya Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal, dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Ia menjelaskan, kawasan utara diarahkan untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan. Wilayah selatan memiliki peluang di sektor kuliner makanan dan minuman, sedangkan kawasan tengah dan barat didorong melalui usaha kerajinan serta pemanfaatan bahan baku lokal bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Pemkab Tangerang juga memberikan dukungan kepada nelayan melalui bantuan perahu, alat tangkap, dan bahan bakar. Sementara itu, keluarga nelayan, khususnya para istri, mendapat pelatihan mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti bakso ikan, otak-otak, dan kerupuk.
Selain bantuan sarana dan pembinaan, pemerintah daerah membangun Rumah Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro (RPPKUM) sebagai tempat konsultasi serta pelatihan usaha. Dukungan lainnya mencakup fasilitasi legalitas, permodalan, dan pendidikan, sekaligus mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Maesyal menyebut jumlah UMKM Kabupaten Tangerang mencapai sekitar 61 ribu pada 2024, kemudian bertambah sekitar 17 ribu pada 2025. Ia juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,67 persen, sedangkan aktivitas ekonomi kreatif disebut memiliki nilai sekitar Rp5,2 triliun.
“Dukungan pemerintah ini cukup berhasil,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional.
Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, menyoroti potensi warisan budaya Indonesia sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Ia mengungkapkan rencana pengajuan tempe sebagai warisan budaya takbenda kepada UNESCO pada akhir 2026.
Giring menyebut Indonesia memiliki sekitar 3.765 warisan budaya takbenda yang dapat terus dikembangkan, dilestarikan, dan dimanfaatkan. Ia berharap generasi muda mampu mengolah kekayaan budaya, termasuk tempe sebagai pangan bernilai gizi, menjadi produk kreatif yang semakin dikenal di pasar dunia. (red)





