Membersihkan kloset biasanya identik dengan penggunaan cairan pembersih dan sikat khusus. Namun, ada cara sederhana yang kerap diperbincangkan untuk membantu perawatan toilet, yakni menggunakan es batu.
Dilansir dari The Economic Times pada 6 Mei 2026, metode ini dilakukan dengan memasukkan es batu ke dalam mangkuk kloset, kemudian menyiramnya seperti biasa. Meski terdengar tidak lazim, sebagian orang meyakini pergerakan es saat terkena aliran air dapat membantu melepaskan kotoran ringan.
Lantas, apakah cara ini benar-benar efektif menjaga kebersihan kloset?
- Bagaimana es batu bekerja?
Metode ini dilakukan dengan memasukkan sekitar satu hingga dua cangkir es batu ke dalam mangkuk kloset. Es kemudian dibiarkan beberapa menit sebelum kloset disiram.
Saat air mengalir, es bergerak mengikuti aliran tersebut. Gerakan ini diyakini dapat membantu melepaskan sebagian partikel kotoran ringan dari permukaan mangkuk kloset.
Namun, belum ada bukti ilmiah kuat yang memastikan bahwa penggunaan es batu mampu meningkatkan efektivitas pembilasan atau membersihkan kloset secara signifikan. Karena itu, metode ini lebih tepat dipandang sebagai alternatif yang manfaatnya masih perlu dibuktikan.
- Bisakah es batu menghilangkan kerak dan bau?
Penggunaan es batu tidak dapat diandalkan untuk menghilangkan kerak kapur, noda membandel, maupun kotoran yang menempel kuat pada permukaan kloset.
Es batu juga bukan bahan disinfektan. Artinya, cara ini tidak terbukti mampu membunuh mikroorganisme penyebab penyakit atau menggantikan proses sanitasi yang benar.
Untuk mengatasi kerak dan noda, gunakan produk pembersih kloset sesuai jenis kotoran serta petunjuk pada kemasannya. Penyikatan secara menyeluruh tetap diperlukan agar kotoran yang menempel dapat terangkat.
- Cara mencoba metode es batu
Bagi yang ingin mencoba cara ini sebagai bagian dari perawatan ringan, langkahnya cukup sederhana.
Pertama, siapkan satu hingga dua cangkir es batu. Kedua, masukkan es ke dalam mangkuk kloset. Ketiga, biarkan beberapa menit, kemudian siram kloset seperti biasa.
Pastikan kloset dalam kondisi baik dan tidak mengalami keretakan atau gangguan pembilasan. Jangan memasukkan benda lain yang berpotensi menyumbat saluran.
Perlu diingat, penggunaan es batu bukan pengganti sikat kloset maupun produk pembersih khusus. Jika kloset terlihat kotor, berkerak, atau berbau, lakukan pembersihan sesuai kebutuhan.
- Bagaimana dengan cuka dan soda kue?
Selain es batu, cuka dan soda kue sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga. Cuka yang bersifat asam dapat membantu melarutkan sebagian endapan mineral, sedangkan soda kue dapat membantu mengurangi bau dalam kondisi tertentu.
Meski begitu, mencampurkan keduanya tidak otomatis membuat proses pembersihan lebih efektif. Reaksi antara cuka dan soda kue menghasilkan karbon dioksida, sehingga sebagian sifat masing-masing bahan dapat berkurang.
Jika menggunakan bahan pembersih tambahan, pilih bahan sesuai kebutuhan dan ikuti petunjuk pemakaiannya. Jangan pernah mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin karena dapat menghasilkan gas beracun. Hindari pula mencampurkan berbagai produk pembersih tanpa memastikan keamanannya.
- Pembersihan rutin tetap menjadi kunci
Kloset yang bersih membutuhkan perawatan berkala, bukan sekadar trik sederhana. Penggunaan sikat dan produk pembersih yang tepat membantu mengangkat kotoran, sementara disinfeksi sesuai petunjuk produk diperlukan ketika ingin mengurangi mikroorganisme.
Dengan demikian, es batu boleh dicoba sebagai metode alternatif, tetapi efektivitasnya belum terbukti secara meyakinkan. Jangan menjadikannya satu-satunya cara untuk menjaga kebersihan kamar mandi.
Pada akhirnya, kebersihan kloset tetap bergantung pada pembersihan rutin, penanganan noda sesuai jenisnya, dan penggunaan produk secara aman. (red)





