Rabu, Februari 11, 2026
spot_img
BerandaBantenSerangBanten Siaga Cuaca Ekstrem 17–22 Januari, Hujan Lebat hingga Banjir Rob Mengancam

Banten Siaga Cuaca Ekstrem 17–22 Januari, Hujan Lebat hingga Banjir Rob Mengancam

SERANG – Warga Provinsi Banten diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II. Potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, disertai ancaman banjir pesisir (rob), diperkirakan terjadi pada periode 17–22 Januari 2026.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, mengatakan kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi sejumlah fenomena atmosfer, mulai dari penguatan Monsun Asia, anomali suhu muka laut, hingga kemunculan bibit Siklon Tropis 96S.

“Berdasarkan analisis, potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 17–19 Januari 2026 perlu diwaspadai di Kabupaten dan Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak bagian selatan, serta Pandeglang bagian barat dan selatan,” kata Hartanto dikutip Antara, Sabtu (17/1/2026).

Selain wilayah tersebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diperkirakan mengguyur Kabupaten Lebak bagian utara, Pandeglang bagian utara dan tengah, Kota Cilegon, serta wilayah Serang raya pada periode yang sama.

Tak hanya hujan, BBMKG juga menyoroti potensi banjir rob seiring terjadinya fase Bulan Baru pada 19 Januari 2026 yang dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut. Masyarakat di wilayah pesisir diminta lebih waspada, terutama pada 18–22 Januari 2026.

“Wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Pesisir Utara Tangerang, Pesisir Utara Serang, Pesisir Selatan Pandeglang, dan Pesisir Selatan Lebak,” ujarnya.

Ancaman lain yang perlu diantisipasi adalah angin kencang dengan kecepatan lebih dari 25 knot yang berpotensi terjadi pada 18–21 Januari 2026, khususnya di Pandeglang bagian barat dan selatan, Lebak bagian selatan, serta Kabupaten Serang bagian barat.

Hartanto menegaskan peringatan dini ini menjadi krusial mengingat curah hujan di Banten dalam sepekan terakhir terpantau meningkat tajam. Data BBMKG mencatat curah hujan harian mencapai 148 mm di Kabupaten Serang, 145 mm di Lebak, dan 124 mm di Pandeglang.

Kondisi tersebut sebelumnya telah memicu banjir yang belum surut di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, dan Jayanti, Kabupaten Tangerang, serta tanah longsor di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama di daerah rawan bencana, untuk melakukan langkah antisipatif dan terus memantau informasi cuaca resmi melalui aplikasi InfoBMKG atau media sosial @bmkgwilayah2,” katanya.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru