GRESIK – Timnas U-17 Indonesia berada di titik krusial dalam perjalanan mereka di Piala AFF U-17 2026. Setelah membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Timor Leste, Garuda Muda kini bersiap menghadapi ujian sesungguhnya melawan Malaysia.
Kemenangan pada laga perdana membuat Indonesia langsung bersaing ketat di puncak klasemen Grup A bersama Vietnam, yang juga mencatat kemenangan telak dengan skor identik atas Malaysia.
Situasi ini membuat persaingan di grup menjadi terbuka lebar. Setiap pertandingan kini memiliki bobot tinggi, terutama karena format turnamen yang hanya meloloskan juara grup dan satu runner-up terbaik ke semifinal.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlena dengan hasil awal. Ia menilai laga melawan Malaysia akan menjadi ujian mental dan taktik bagi para pemain muda Indonesia.
“Kami harus tetap fokus. Malaysia pasti ingin bangkit dan mereka punya kualitas,” ujarnya.
Secara permainan, Indonesia menunjukkan potensi besar melalui pressing tinggi dan serangan cepat. Namun, konsistensi dan ketahanan mental masih akan diuji saat menghadapi lawan yang lebih terorganisir.
Malaysia diperkirakan tampil lebih disiplin setelah kekalahan di laga pertama. Dengan basis pembinaan dari Akademi Mokhtar Dahari, mereka dikenal memiliki struktur permainan yang rapi dan fisik yang kuat.
Di sisi lain, laga penentuan sebenarnya juga akan terjadi saat Indonesia menghadapi Vietnam di pertandingan terakhir grup. Duel tersebut berpotensi menjadi “final dini” untuk menentukan siapa yang keluar sebagai juara grup.
Jika mampu mengamankan kemenangan atas Malaysia, peluang Indonesia untuk melaju ke semifinal akan terbuka sangat lebar. Sebaliknya, hasil negatif akan membuat langkah Garuda Muda semakin berat.
Dengan dukungan publik tuan rumah dan momentum positif, Indonesia diharapkan mampu menjaga performa dan membuktikan diri sebagai salah satu kandidat kuat di turnamen ini. (red)





