Kamis, April 23, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerang SelatanProgram Jalan, Tapi Lansia Masih Hadapi Realita Sulit? Ini Faktanya di Tangsel!

Program Jalan, Tapi Lansia Masih Hadapi Realita Sulit? Ini Faktanya di Tangsel!

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus menguatkan perhatian terhadap kelompok lanjut usia (lansia) melalui berbagai program, termasuk Gebyar Lansia yang digelar di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Rabu (22/4/2026). Namun di balik upaya tersebut, tantangan pemenuhan kebutuhan lansia di lapangan masih menjadi pekerjaan rumah.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa lansia merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam aspek kesehatan dan ketergantungan.

“Kelompok usia lansia perlu kita jaga kesehatannya, karena mereka termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.

Data menunjukkan, dari total lebih dari 1,4 juta penduduk Tangsel, sekitar 170 ribu merupakan lansia. Angka harapan hidup yang mencapai 76,2 tahun menjadi indikator positif, namun sekaligus menuntut kesiapan sistem layanan yang lebih adaptif.

Pemkot telah menggulirkan berbagai program, mulai dari Gebyar Lansia, Sekolah Lansia, hingga pemberdayaan ekonomi melalui koperasi. Meski demikian, efektivitas program tersebut masih bergantung pada jangkauan dan implementasi di tingkat masyarakat.

Di sejumlah wilayah, lansia masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan, minimnya fasilitas ramah lansia, hingga keterlibatan yang belum merata dalam program pemberdayaan.

Di sisi lain, dorongan agar lansia tetap produktif juga menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau kondisi kesehatan tertentu.

“Produktivitas penting, tapi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing lansia,” menjadi catatan yang kerap muncul dalam diskursus kebijakan kelompok usia ini.

Edukasi kesehatan, termasuk pemanfaatan herbal yang disosialisasikan dalam kegiatan tersebut, dinilai sebagai langkah positif. Namun tanpa dukungan layanan kesehatan yang merata, manfaatnya berpotensi belum optimal.

Dengan jumlah lansia yang terus meningkat, program yang ada kini diuji: apakah mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan, atau masih sebatas kegiatan seremonial tanpa dampak menyeluruh. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru