TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mengkaji efektivitas kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan setiap hari Jumat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan kualitas pelayanan publik.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala sejak kebijakan tersebut mulai dijalankan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) tetap terjaga meski bekerja dari rumah.
“Evaluasi terus kita lakukan. Dari hasil sementara, pelaksanaan WFH berjalan sesuai ketentuan dan tidak ada laporan penyimpangan yang signifikan,” ujar Benyamin dalam keterangannya, Rabu (22/04/2026).
Pengawasan dilakukan melalui sistem absensi digital dan laporan aktivitas harian. Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas ASN tetap menjalankan tugasnya dari rumah dengan tingkat kepatuhan yang cukup tinggi.
“Absensi menunjukkan mereka berada di rumah, dan pelaporan kegiatan juga berjalan. Secara umum, tingkat kepatuhan berada di kisaran 70 hingga 80 persen,” jelasnya.
Meski demikian, Benyamin mengakui bahwa tidak semua jenis pekerjaan dapat diukur secara optimal dalam skema WFH. Aktivitas yang bersifat administratif atau pendukung dinilai memiliki tantangan tersendiri dalam hal pengukuran kinerja.
Namun, ia melihat kebijakan ini sebagai proses adaptasi yang terus berkembang. Pemkot Tangsel, kata dia, akan menyempurnakan indikator evaluasi agar lebih relevan dengan karakteristik pekerjaan ASN di berbagai perangkat daerah.
Selain aspek kedisiplinan, pemerintah juga mulai menyoroti potensi efisiensi anggaran dari penerapan WFH. Pengurangan penggunaan listrik, air, hingga bahan bakar kendaraan dinas menjadi indikator yang tengah dianalisis.
“Dampak efisiensi belum bisa terlihat dalam waktu dekat karena penggunaan listrik dan air dihitung bulanan. Namun kami optimistis akan ada penurunan biaya operasional,” ungkapnya.
Benyamin berharap kebijakan ini tidak hanya memberikan fleksibilitas bagi ASN, tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan anggaran yang lebih efisien. Ia menilai, jika diterapkan secara konsisten dan terukur, WFH dapat menjadi bagian dari transformasi budaya kerja di lingkungan pemerintahan. (red)





