Jumat, Mei 29, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerang SelatanPemkot Tangsel Salurkan 97 Hewan Kurban, Ribuan Besek Bambu Dibagikan untuk Kurangi...

Pemkot Tangsel Salurkan 97 Hewan Kurban, Ribuan Besek Bambu Dibagikan untuk Kurangi Sampah Plastik

TANGSEL – Suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terasa hangat dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyalurkan puluhan hewan kurban ke berbagai wilayah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai gotong royong di tengah kehidupan perkotaan yang terus berkembang.

Total sebanyak 37 ekor sapi dan 60 ekor kambing didistribusikan ke sejumlah masjid, musala, hingga lingkungan masyarakat di tujuh kecamatan di Tangsel. Penyaluran dilakukan usai pelaksanaan Salat Iduladha yang dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, di Masjid Islamic Center Baiturrahmi, Rabu (27/5/2026).

“Total kurban dari Pemkot Tangsel sebanyak 37 sapi dan 60 kambing. Distribusinya disebar ke seluruh wilayah di Tangerang Selatan hari ini,” ujar Benyamin.

Tak hanya fokus pada pembagian hewan kurban, Pemkot Tangsel juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan. Sekitar 10 ribu kantong berbahan kain dan besek bambu dibagikan ke lokasi pemotongan hewan kurban untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat distribusi daging kepada masyarakat.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari warga karena dinilai mampu mengurangi tumpukan sampah plastik yang biasanya meningkat saat momentum Iduladha. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan besek bambu juga dinilai lebih aman dan tradisional untuk wadah pembagian daging kurban.

“Kurang lebih hampir 10 ribu kita bagikan ke tempat-tempat pemotongan hewan,” kata Benyamin.

Ia memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Tangsel selama sepekan terakhir, tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan kurban yang diperiksa.

“Alhamdulillah semuanya memenuhi syarat untuk menjadi hewan kurban karena sudah diperiksa secara teliti,” tuturnya.

Pemkot Tangsel juga menetapkan sejumlah standar bagi lokasi pemotongan hewan kurban, mulai dari ketersediaan tempat penampungan limbah, akses air bersih, hingga pengaturan distribusi daging agar berjalan tertib dan tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan pelaksanaan kurban tidak hanya sesuai syariat, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Menurut Benyamin, Iduladha merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Ia berharap semangat berbagi melalui ibadah kurban dapat memperkuat empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Tangsel yang heterogen dan dinamis.

“Iduladha mengajarkan kita nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan gotong royong. Kemajuan kota bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya nilai religius, akhlak, dan kepedulian sosial masyarakat,” ungkapnya.

Di tengah geliat pembangunan kota modern, momen Iduladha di Tangsel tahun ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru