KOTA TANGERANG – Sebanyak 24 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dari berbagai fakultas melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di RT 007 RW 001, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Kehadiran para mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga membawa program pemberdayaan masyarakat melalui pengadaan bank sampah serta edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi tema besar KKN UMT 2026, yakni “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat.” Tema ini mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga.
Melalui program kerja bertajuk “Pengadaan Bank Sampah dan Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik,” mahasiswa mengajak masyarakat mengenali pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomis dikumpulkan melalui bank sampah sehingga dapat didaur ulang maupun memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Karena itu, keberadaan bank sampah dinilai mampu menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat lingkungan permukiman apabila dikelola secara berkelanjutan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Metha Dwi Apriyanti, SE., MM, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program tersebut berkat sinergi berbagai pihak. Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kelurahan Panunggangan Utara, pengurus lingkungan, serta masyarakat menjadi kunci sukses pelaksanaan KKN tahun ini.
“Alhamdulillah program KKN ‘Pengadaan Bank Sampah dan Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik’ dapat terlaksana di Kelurahan Panunggangan Utara. Terima kasih kepada Lurah Panunggangan Utara, Bapak Warji, S.IP., M.IP., Ketua RW 01 Bapak Ahmad Royani beserta jajaran, masyarakat, dan kelompok KKN yang terdiri dari 24 mahasiswa lintas fakultas UMT yang selalu kompak dan penuh semangat. Program ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Semoga memberikan manfaat nyata, menumbuhkan budaya peduli lingkungan, serta mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat,” ujar Metha.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Dr. Desri Arwen, menegaskan bahwa KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, tema KKN tahun ini sejalan dengan komitmen UMT dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat. Program bank sampah ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan warga dapat membangun budaya peduli lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Semoga program seperti ini terus berlanjut meski masa KKN telah selesai,” kata Dr. Desri Arwen.
Lurah Panunggangan Utara, Warji, S.IP., M.IP., bersama Ketua RW 01 Ahmad Royani, menyambut baik kehadiran mahasiswa UMT di wilayahnya. Mereka berharap edukasi mengenai pemilahan sampah dapat menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan produktif melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, program KKN UMT 2026 diharapkan mampu meninggalkan dampak jangka panjang. Tidak hanya membangun kesadaran ekologis, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya kampung yang lebih cerdas, mandiri, dan berdaya dalam mengelola lingkungan hidup. (nnr)





