TANGERANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, berlangsung meriah dan penuh kreativitas. Ribuan warga turun ke jalan mengikuti pawai sambil membawa berbagai hasil bumi serta miniatur dan ornamen unik, Jumat (11/9/2026).
Yang menarik perhatian, pawai tersebut tidak hanya menampilkan hasil pertanian warga. Sejumlah peserta tampil dengan berbagai karakter, mulai dari ustaz yang menaiki replika naga, hingga kostum tuyul dan manekin yang membuat suasana pawai terasa seperti pertunjukan drama kolosal.
Kemeriahan semakin terlihat dari beragam miniatur yang dibawa warga. Di antaranya terdapat masjid, mushola, Ka’bah, kantor desa, naga, hingga berbagai bentuk hewan seperti unta, banteng dan kura-kura.
Kepala Desa Cikuya Ade Safe’i mengatakan, peserta pawai berasal dari 43 RT yang ada di wilayah Desa Cikuya. Antusiasme warga, menurutnya, menjadi bagian dari semangat bersama untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW.
“Alhamdulillah, beragam dari masyarakat sangat meriah sekali karena memang kita sebagai muslim sudah kewajiban kami memuliakan Kanjeng Nabi,” kata Ade Safe’i.
Selain menampilkan kreativitas, warga juga memanfaatkan momentum Maulid untuk memperkenalkan potensi hasil bumi Desa Cikuya. Berbagai hasil pertanian dibawa dalam pawai sebagai bentuk rasa syukur sekaligus partisipasi masyarakat.
Ade menjelaskan, hasil bumi tersebut berasal dari warga secara pribadi. Komoditas yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari melon, pisang dan kelapa hingga singkong serta ubi.
“Berbagai macam makanan, segala macam hasil bumi itu dari pribadi masing-masing. Saking antusiasnya di acara Maulid ini,” ujarnya.
Menurut Ade, keberagaman hasil bumi tersebut juga menggambarkan aktivitas para petani di Desa Cikuya. Karena itu, pawai Maulid tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan kreativitas, kebersamaan dan potensi desa. (pri)





