“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Kalimat dari satu ayat dalam Kitab Suci Al-Quran, tepatnya Surat Yaasin ayat 65).
Kamera video sebagai alat yang dapat merekam gambar bergerak sekaligus suara telah mengubah cara manusia mendokumentasikan kegiatannya. Mereka dapat melihatnya kembali kapanpun mereka inginkan di waktu setelah perekamannya. Satu menit setelahnya, satu jam setelahnya, satu hari setelahnya, satu minggu, satu bulan, satu tahun, bahkan nanti satu abad atau lebih setelah ketiadaannya.
Secara epistemology (ilmu pengetahuan) dan substansi konsep-konsep pengawasan, ternyata Al-Quran telah memuat akar kata asal-usul kamera serta konsep “rekaman audio-visual”. Secara sejarah sains, konsep dasar kamera (kamera lubang jarum/pin-hole camera) ditemukan oleh ilmuwan muslim terkemuka, Ibnu Al-Haytham (Bapak Optik Modern) melalui mahakaryanya Kitab Al-Manazir.
Bapak Optik Modern ini mendapatkan inspirasi dari fenomena cahaya yang masuk ke ruangan gelap melalui celah kecil. Ruangan atau kamar gelap ini disebut Al-Qamrah (kamar gelap atau putih berkilau). Kemudian kata ini diserap oleh bahasa Inggris menjadi camera, dan diserap oleh bahasa Indonesia menjadi kamera.
Akar kata yang mirip dengan Al-Qamrah ini merujuk pula pada kata Qamar (bulan). Bulan mempunyai sifat fisik memantulkan cahaya matahari, prinsip dasar yang sama dengan cara kerja lensa kamera menangkap pantulan cahaya objek. Kata Qamar kemudian diserap oleh bahasa Indonesia menjadi kata kamar.
Fungsi kamera yang dapat merekam gambar bergerak beserta suaranya, dan dapat disaksikan kembali setelahnya kapanpun dan dimanapun membuktikan secara nyata bahwa tangan dan kaki dapat bersaksi tentang apapun yang telah kita lakukan, serta mulut terkunci untuk membantahnya karena mulut sedang mengulang semua perkataannya.
Cobalah buktikan. Rekamlah kegiatan anda 10 menit saja. Apa saja. Makan, minum, duduk, berbaring, berjalan, berlari, atau bahkan tidur sekalipun. Salat, bersedekah, membaca Al-Quran, atau membantu orang lain. Berkata kasar, berbohong, mencela, maling, korupsi, atau mencelakakan orang lain. Lalu simpan. Dan tontonlah setelahnya, hari esok, minggu depan, bulan atau tahun yang akan datang.
Saat menonton, bayangkanlah bagaimana kamera Yang Maha Merekam bekerja. Saat menyaksikan kembali, bayangkanlah bagaimana CCTV Yang Maha Melihat bekerja. Ada 2 petugas pencatat di kanan dan kiri anda. “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf: 18).
Kamera video sudah tersirat dalam kitab suci yang turun kurang lebih 1.400 tahun yang lalu disaat manusia saat itu tidak mengenal pasfoto untuk lamaran kerja atau kirim video lewat WA.
Jika anda mau berpikir.
Jika anda percaya kepada hari akhir.
Dan saksikanlah nanti setelah hidup anda diblokir.
Takbir.
Oleh: Muhammad Taufik





