Selasa, Mei 12, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerang SelatanJelang Iduladha, Pemkot Tangsel Gratiskan Pemeriksaan Hewan Kurban di Lapak Penjualan

Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Gratiskan Pemeriksaan Hewan Kurban di Lapak Penjualan

TANGSEL — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak musiman. Pemeriksaan dilakukan secara gratis untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak kurban.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar, mengatakan tim pengawas bersama bidang peternakan telah melakukan penyisiran ke sejumlah titik penjualan hewan kurban yang mulai bermunculan di wilayah Tangsel sejak beberapa hari terakhir.

“Untuk pengawasan kesehatan hewan kurban di lapak-lapak, kami sudah mulai melakukan penyisiran sejak beberapa hari lalu,” ujar Pipit, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, para pedagang juga cukup aktif berkoordinasi dengan petugas untuk meminta pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak yang mereka jual. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi fisik hewan, suhu tubuh, kesehatan mulut dan kuku, hingga tanda-tanda penyakit menular yang berpotensi membahayakan masyarakat.

“Untuk lapak-lapak kita selalu keliling dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan, dan itu masih gratis. Belum ada retribusinya,” jelasnya. Ia menambahkan, layanan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan membeli hewan kurban menjelang Iduladha.

Berdasarkan data DKPPP Tangsel per 30 April 2026, sekitar 1.300 ekor hewan kurban telah masuk ke wilayah Tangsel. Mayoritas ternak tersebut berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Lampung. Data itu diperoleh melalui sistem ISIKHNAS milik Kementerian Pertanian yang memantau lalu lintas ternak antarwilayah di Indonesia.

Meski demikian, jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah mendekati Iduladha. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu jumlah hewan kurban yang masuk ke Tangsel tercatat mencapai lebih dari 20 ribu ekor. Karena itu, pengawasan kesehatan terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Pipit memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus LSD di Tangsel. Sementara vaksinasi PMK terhadap ternak lokal masih rutin dilakukan dan telah menjangkau sekitar 250 ekor ternak hingga April 2026. “Sejauh ini belum ditemukan hewan kurban yang tidak layak jual di lapak musiman. Ada beberapa yang sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat perjalanan jauh, namun kembali pulih setelah diberikan vitamin dan suplemen,” tutupnya. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru