BerandaBantenKota TangerangFestival Cisadane 2026 Jadi Penggerak Ekonomi, Ratusan UMKM Panen Peluang di Tepian...

Festival Cisadane 2026 Jadi Penggerak Ekonomi, Ratusan UMKM Panen Peluang di Tepian Sungai

KOTA TANGERANG – Gemerlap lampion, dentuman musik, hingga riuh sorak penonton saat perlombaan perahu naga memang menjadi magnet utama Festival Cisadane 2026. Namun, di balik kemeriahan yang berlangsung di bantaran Sungai Cisadane pada 22–26 Juli 2026 itu, Pemerintah Kota Tangerang memiliki misi yang lebih besar, yakni menjadikan festival sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Festival yang mengusung tema “Flowing Heritage, Growing Courage” ini juga masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata, sehingga memperluas promosi Kota Tangerang di tingkat nasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan mengatakan, Festival Cisadane kini tidak lagi diposisikan sebagai agenda hiburan tahunan semata, melainkan menjadi instrumen untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. Tahun ini, penyelenggara menargetkan lebih dari 70 ribu pengunjung hadir selama lima hari pelaksanaan, meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 68 ribu pengunjung.

“Festival Cisadane kami desain sebagai ruang kolaborasi budaya sekaligus pengungkit ekonomi. Kehadiran puluhan ribu pengunjung akan membuka peluang transaksi bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, hingga jasa lainnya. Harapannya, manfaat festival benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Boyke.

Optimisme tersebut didukung meningkatnya partisipasi pelaku usaha. Tahun ini, sekitar 190 tenant ambil bagian dalam Festival Cisadane, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang hanya sekitar 80 tenant. Ratusan stan tersebut menghadirkan beragam produk kuliner, kriya, fesyen, hingga hasil ekonomi kreatif khas Kota Tangerang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain menjadi ruang promosi produk lokal, festival juga diyakini menciptakan multiplier effect terhadap berbagai sektor usaha. Meningkatnya kunjungan wisatawan diperkirakan ikut mendongkrak omzet pedagang kaki lima, restoran, hotel, transportasi daring, parkir, hingga destinasi wisata lain di Kota Tangerang. Perputaran ekonomi yang tercipta diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat setelah festival berakhir.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan, keberhasilan Festival Cisadane tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau kemeriahan panggung hiburan, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Festival Cisadane harus memberikan manfaat nyata. Ketika puluhan ribu orang datang ke Kota Tangerang, mereka tidak hanya menikmati pertunjukan budaya, tetapi juga berbelanja di UMKM, mencicipi kuliner lokal, menggunakan jasa transportasi, hingga mengunjungi destinasi wisata lainnya. Inilah efek berganda yang terus kami dorong agar sektor pariwisata mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi Kota Tangerang,” kata Sachrudin.

Tak hanya mengedepankan aspek ekonomi, Festival Cisadane juga memperkuat identitas Kota Tangerang sebagai kota yang kaya akan keberagaman budaya. Tradisi Peh Cun, perlombaan perahu naga, pertunjukan seni lintas budaya, panggung musik, bazar kuliner, hingga pameran ekonomi kreatif menjadi satu kesatuan yang menghadirkan pengalaman wisata lengkap bagi masyarakat dan wisatawan.

Penyelenggaraan tahun ini juga mengusung konsep smart and green event melalui pemanfaatan teknologi AI Crowd Counting, pengelolaan sampah terpadu, serta kampanye ramah lingkungan di kawasan Sungai Cisadane. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada jumlah pengunjung, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kualitas penyelenggaraan event.

Dengan status sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara 2026, Festival Cisadane diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai destinasi wisata unggulan berbasis budaya sekaligus membuka peluang investasi di sektor ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Tangerang optimistis festival ini akan terus berkembang menjadi agenda nasional yang tidak hanya membanggakan dari sisi budaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru