Jakarta – Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tenaga positif pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Setelah terkoreksi pada awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan menutup perdagangan di zona hijau.
IHSG berakhir di level 6.686,44, naik 66,77 poin atau 1,01% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.619,67. Penguatan ini menjadi sinyal bahwa minat beli investor kembali muncul setelah tekanan jual pada perdagangan Senin.
Penguatan juga terlihat pada kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 naik 1,40% atau 9,16 poin ke posisi 665,58.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham ikut menopang laju IHSG. Sektor barang baku menjadi salah satu penggerak utama dengan kenaikan sekitar 2%, disusul barang konsumen primer yang menguat 1,39% dan sektor industri sebesar 1,22%. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi salah satu yang masih berada di zona merah dengan pelemahan 0,59%.
Penguatan pasar sebenarnya sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan. IHSG sempat dibuka di sekitar level 6.639 dan terus bergerak positif hingga sesi pertama. Pada penutupan sesi I, indeks telah menguat 0,84% ke 6.674,95.
Aktivitas investor asing juga mulai memberikan warna positif. Pada perdagangan sesi I, data Stockbit yang dikutip detikFinance menunjukkan foreign buy sekitar Rp2,14 triliun berbanding foreign sell Rp2,06 triliun, sehingga tercatat net foreign buy sekitar Rp83,37 miliar. BBCA menjadi salah satu saham dengan pembelian asing terbesar, disusul AMMN dan BBRI.
Pergerakan tersebut menjadi menarik setelah pada Senin (7/9), IHSG justru ditutup turun 0,25% ke level 6.619,67. Pada perdagangan tersebut, tekanan asing menjadi salah satu perhatian pasar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman sebelumnya memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak sideways. Ia menempatkan area support di 6.570–6.600 dan resistance di 6.650–6.700.
Dengan penutupan hari ini di 6.686,44, IHSG berhasil kembali masuk ke area resistance yang sebelumnya menjadi perhatian pelaku pasar. Artinya, perdagangan berikutnya akan menjadi penting untuk melihat apakah penguatan ini mampu berlanjut atau justru kembali menghadapi aksi ambil untung.
Buat investor ritel, termasuk yang sedang belajar membaca pasar, kenaikan 1% hari ini memang menjadi kabar positif. Namun, pergerakan satu hari belum cukup untuk menyimpulkan tren baru. Yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kemampuan IHSG bertahan di atas area 6.650 sekaligus melihat apakah arus dana asing terus masuk ke saham-saham unggulan. (red)





