TANGERANG– Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari, aktivitas di sejumlah lapak penjualan hewan kurban di Tangerang Raya mulai ramai didatangi calon pembeli. Meski permintaan meningkat, harga sapi dan kambing di wilayah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kabupaten Tangerang hingga wilayah Serang dan Lebak relatif masih stabil dibandingkan awal musim penjualan kurban tahun ini.
Pemerintah daerah di sejumlah wilayah juga memastikan pasokan hewan kurban dalam kondisi aman. Pengawasan kesehatan diperketat untuk menjamin hewan yang diperjualbelikan memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menular menjelang puncak pelaksanaan kurban.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Tangerang Selatan, Pipit Surya Yuniar, mengatakan hingga pertengahan Mei 2026 terdapat 53 lapak penjualan hewan kurban yang telah terdata dengan populasi mencapai 4.889 ekor, terdiri dari sapi, kambing, domba dan kerbau. Menurutnya, ketersediaan hewan kurban di Tangsel masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan belum ditemukan lonjakan harga yang signifikan.
“Secara umum stok aman dan proses pemeriksaan kesehatan terus berjalan. Kami juga memastikan setiap hewan yang masuk memiliki dokumen kesehatan yang lengkap,” ujar Pipit.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) telah memeriksa sedikitnya 334 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di berbagai kecamatan. Seluruh lapak yang telah diperiksa dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan dan diberikan tanda khusus sebagai bukti telah lolos pemeriksaan petugas.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir saat membeli hewan kurban karena pemerintah daerah melakukan pengawasan secara intensif bersama dokter hewan dan petugas kesehatan hewan. Sebanyak 96 petugas juga diterjunkan untuk memantau kesehatan hewan mulai dari lapak penjualan hingga lokasi penyembelihan.
Dari pantauan sejumlah pedagang kurban di Tangerang Raya, harga kambing saat ini berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp6 juta per ekor tergantung ukuran dan jenisnya. Sementara harga domba berada pada kisaran Rp3 juta hingga Rp7 juta. Untuk sapi, harga bervariasi mulai Rp18 juta hingga Rp35 juta untuk ukuran standar, sedangkan sapi berbobot di atas satu ton dapat menembus harga lebih dari Rp100 juta.
Pemilik lapak hewan kurban di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Indra, mengaku minat pembeli mulai meningkat dalam sepekan terakhir. Namun ia memastikan harga belum mengalami kenaikan berarti karena pasokan dari peternak masih mencukupi. “Biasanya peningkatan pembelian terjadi tiga sampai lima hari menjelang Iduladha. Saat ini masih relatif stabil karena stok tersedia,” katanya.
Kambing lokal masih menjadi pilihan favorit masyarakat karena harga lebih terjangkau, sedangkan sapi jenis limosin dan simental tetap diminati kelompok pembeli kolektif dari masjid, perusahaan maupun komunitas warga. Faktor kesehatan hewan dan kelengkapan dokumen kini menjadi pertimbangan utama selain harga.
Salah seorang warga Ciputat, Ahmad Fauzi, mengaku mulai mencari hewan kurban sejak dua pekan sebelum Iduladha untuk mendapatkan pilihan yang lebih banyak. Menurutnya, harga tahun ini masih dalam batas wajar meski ada kenaikan pada beberapa jenis sapi berukuran besar. “Yang penting sehat dan sudah diperiksa petugas. Kalau selisih harga sedikit masih bisa dimaklumi,” ujarnya.
Dengan stok yang masih melimpah, pengawasan kesehatan yang ketat, serta distribusi hewan yang berjalan lancar, pemerintah daerah optimistis kebutuhan hewan kurban masyarakat Tangerang Raya hingga Iduladha 2026 dapat terpenuhi tanpa gejolak harga yang berarti. (red)





