TANGSEL – Menghabiskan akhir pekan bersama keluarga kini tidak harus menguras kantong. Sejumlah taman kota di Tangerang Selatan (Tangsel) semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk berolahraga, bersantai, hingga berkumpul bersama keluarga. Selain gratis, ruang terbuka hijau tersebut menawarkan suasana rindang, fasilitas yang memadai, serta mudah dijangkau dari berbagai wilayah.
Setiap Sabtu dan Minggu pagi, kawasan seperti Taman Kota 1 BSD, Taman Kota 2 BSD, Jaletreng Riverpark, hingga kawasan Tandon Ciater dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Anak-anak bermain di area terbuka, remaja berolahraga, sementara orang tua menikmati suasana asri di bawah pepohonan yang teduh.
Fenomena ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang terbuka hijau sebagai tempat rekreasi sekaligus menjaga kesehatan. Kehadiran taman kota tidak hanya menjadi paru-paru kota, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan antarwarga.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Mohammad Ervin Ardani, menyampaikan bahwa ruang publik menjadi salah satu daya tarik wisata perkotaan yang terus dikembangkan pemerintah daerah. Menurutnya, taman kota dirancang agar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan menghadirkan fasilitas yang nyaman, aman, dan ramah keluarga.
“Kami ingin ruang terbuka hijau menjadi tempat masyarakat beraktivitas, berolahraga, sekaligus menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Karena itu, fasilitas terus kami tingkatkan agar semakin nyaman dan menarik untuk dikunjungi,” ujarnya.
Selain menawarkan area hijau, beberapa taman juga dilengkapi lintasan jogging, jalur sepeda, area bermain anak, gazebo, lapangan olahraga, toilet umum, musala, hingga lokasi swafoto yang menjadi favorit pengunjung. Kehadiran pedagang UMKM di sekitar kawasan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal, terutama saat akhir pekan ketika jumlah pengunjung meningkat.
Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, setiap kota di Indonesia didorong memiliki ruang terbuka hijau minimal 30 persen dari luas wilayah. Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun terus melakukan penataan dan pembangunan ruang publik sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Pengunjung asal Pamulang, Rina (34), mengaku hampir setiap Minggu pagi mengajak keluarganya berolahraga di Taman Kota 2 BSD. Menurutnya, suasana yang sejuk dan fasilitas yang tersedia membuat taman menjadi alternatif rekreasi yang murah namun tetap menyenangkan.
“Daripada pergi jauh dan mengeluarkan biaya besar, kami lebih memilih ke taman. Anak-anak bisa bermain bebas, kami juga bisa olahraga sambil menikmati udara segar,” katanya.
Selain menjadi tempat rekreasi, taman kota juga mulai dimanfaatkan sebagai lokasi berbagai kegiatan komunitas, seperti senam bersama, yoga, latihan fotografi, edukasi lingkungan, hingga bazar UMKM. Aktivitas tersebut membuat ruang publik di Tangsel semakin hidup sekaligus memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat perkotaan.
Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat memanfaatkan ruang terbuka hijau, keberadaan taman kota diperkirakan akan terus menjadi salah satu destinasi favorit warga Tangsel. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, ruang publik yang berkualitas juga menjadi indikator penting dalam mewujudkan kota yang nyaman dihuni dan ramah bagi semua kalangan. (red)





