BerandaBantenPandeglangMenjelajah Agrowisata Pandeglang, Liburan Seru Sambil Belajar di Tengah Alam

Menjelajah Agrowisata Pandeglang, Liburan Seru Sambil Belajar di Tengah Alam

PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah barat Pulau Jawa. Tak hanya terkenal dengan Pantai Carita, Taman Nasional Ujung Kulon, maupun kawasan geopark, daerah yang dikenal sebagai lumbung pertanian di Banten ini kini juga mulai menarik perhatian wisatawan melalui pengembangan agrowisata yang memadukan edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Konsep wisata berbasis pertanian tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi wisata konvensional. Pengunjung tidak hanya menikmati panorama alam pedesaan yang hijau dan udara yang sejuk, tetapi juga diajak mengenal proses budidaya tanaman, peternakan, perikanan, hingga mencicipi hasil panen langsung dari kebun. Model wisata seperti ini semakin diminati karena memberikan pengalaman interaktif bagi keluarga, pelajar, maupun komunitas pecinta alam.

Salah satu destinasi yang menjadi ikon agrowisata di Pandeglang adalah Agrowisata Bukit Sinyonya di Kecamatan Banjar. Kawasan ini menggabungkan wisata pertanian, perikanan, budaya, dan panorama alam perbukitan dalam satu kawasan terpadu. Wisatawan dapat mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari mengenal budidaya ikan air tawar, menikmati suasana pedesaan, hingga menyaksikan berbagai kearifan lokal masyarakat setempat.

Pengelolaan Agrowisata Bukit Sinyonya dilakukan secara kolaboratif oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kolaborasi tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui peningkatan kunjungan wisata, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

Selain Bukit Sinyonya, kawasan perkebunan durian di Kecamatan Banjar, Jiput, dan Mandalawangi juga menjadi destinasi favorit saat musim panen. Wisatawan dapat merasakan pengalaman memetik durian langsung dari pohonnya sekaligus menikmati berbagai varietas durian lokal Pandeglang yang dikenal memiliki rasa manis, legit, dan aroma khas.

Tak hanya durian, sejumlah desa mulai mengembangkan wisata petik buah hortikultura seperti buah naga, melon, hingga berbagai tanaman sayuran. Konsep ini tidak sekadar menawarkan aktivitas memanen, tetapi juga memberikan edukasi mengenai teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga proses panen yang ramah lingkungan.

Di sektor peternakan dan perikanan, beberapa kelompok tani di Pandeglang turut menghadirkan wisata edukasi berbasis peternakan domba, kambing, serta budidaya ikan air tawar. Destinasi ini banyak diminati sekolah maupun keluarga karena memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai pengelolaan peternakan dan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Budi Januardi, mengatakan pengembangan desa wisata berbasis pertanian menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperluas pilihan destinasi wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Agrowisata memiliki potensi besar karena menggabungkan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kami terus mendorong desa-desa agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga terus memperkuat pengembangan desa wisata melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata, promosi digital, hingga kolaborasi dengan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan agrowisata sebagai salah satu sektor unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan alam dan pertanian Pandeglang kepada wisatawan dari berbagai daerah.

Rekomendasi Agrowisata di Kabupaten Pandeglang

Agrowisata Bukit Sinyonya, Kecamatan Banjar.

Wisata kebun durian di Banjar, Jiput, dan Mandalawangi (musim panen).

Wisata petik buah naga dan hortikultura.

Edukasi peternakan domba dan kambing.

Wisata budidaya ikan air tawar dan pertanian terpadu di desa wisata. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru