BerandaKesehatanTikus Masuk Rumah Bukan Cuma Cari Makanan

Tikus Masuk Rumah Bukan Cuma Cari Makanan

TANGERANG – Suara benda bergesekan di sudut rumah atau bayangan hitam yang bergerak cepat sering menjadi tanda yang membuat penghuni waspada. Memasuki masa peralihan musim, tikus memang cenderung lebih aktif mencari tempat baru untuk berlindung.

Perubahan cuaca, hujan deras, hingga banjir dapat mengganggu sarang tikus di habitat asalnya. Kondisi itu membuat hewan pengerat tersebut berpindah ke lokasi yang lebih aman, termasuk permukiman warga.

Pakar pencegahan hama dari Ford’s Hometown Services, Lucas Ford, mengatakan tikus biasanya mencari tempat yang kering setelah hujan deras. Saluran air, gorong-gorong, serta jaringan drainase yang terhubung dengan kawasan permukiman dapat menjadi jalur perpindahan mereka.

“Ketika berbicara mengenai aktivitas tikus setelah hujan deras, di mana pun Anda berada di dunia, tikus akan mulai bergerak,” ujar Lucas Ford, dikutip dari Good Housekeeping, Jumat (28/8/2026).

Namun, rumah yang didatangi tikus tidak selalu berkaitan dengan musim. CEO Garolla Alastair Mayne menjelaskan, keberadaan makanan, air, dan tempat persembunyian menjadi daya tarik utama bagi hewan pengerat tersebut.

“Karena hewan pengerat selalu mencari tiga hal: makanan, air, dan tempat berlindung,” kata Mayne.

Garasi, gudang, atau ruang penyimpanan yang penuh barang menjadi lokasi yang mudah dimanfaatkan. Kardus, kayu, kantong plastik, sampah terbuka, hingga celah di sekitar pintu, pipa dan ventilasi dapat memberikan tempat persembunyian sekaligus akses menuju bagian dalam rumah.

Karena itu, pencegahan sebaiknya dimulai dari menutup setiap celah yang memungkinkan tikus masuk. Celah di sekitar pintu, pipa dan ventilasi dapat diperiksa dan ditutup menggunakan bahan yang sulit digerogoti. Kebocoran pipa serta genangan air juga perlu segera diperbaiki.

Kebersihan ruang penyimpanan tidak kalah penting. Barang sebaiknya tidak ditumpuk langsung di lantai, sementara makanan, pakan hewan, biji-bijian dan benih tanaman disimpan dalam wadah keras yang tertutup rapat.

Mayne mengatakan bahan beraroma kuat seperti minyak peppermint atau produk pembersih tertentu dapat digunakan sebagai upaya tambahan. Namun, cara tersebut tidak menggantikan langkah utama berupa menutup akses masuk dan menghilangkan tempat yang bisa menjadi persembunyian.

“Menutup titik masuk dan mengurangi tumpukan barang berantakan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dengan menjaga rumah tetap bersih, kering dan tertutup, risiko tikus bersarang dapat ditekan. Pemeriksaan sederhana terhadap celah bangunan dan ruang penyimpanan juga penting dilakukan, terutama ketika cuaca mulai sering berubah dan hujan deras berpotensi mengganggu habitat tikus. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru