TANGSEL – Kebakaran hebat melanda sebuah bengkel di Jalan Parakan, Pamulang 2, Kota Tangerang Selatan, Rabu (01/04/2026) siang. Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba itu dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan ruko, menyebabkan kerugian materi ditaksir mencapai Rp3,5 miliar.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kecamatan Pamulang, Abdul Rojak, menjelaskan bahwa laporan masuk dan langsung direspons cepat oleh petugas karena lokasi kebakaran berdekatan dengan pos damkar. “Kami menerima laporan pukul 11.45 WIB dan tiba di lokasi kurang lebih 10 menit setelahnya,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, api sudah membesar dan membakar sebagian besar bangunan. Petugas segera melakukan pemadaman sekaligus melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi. Upaya ini dinilai krusial mengingat kawasan tersebut cukup padat aktivitas usaha warga.
Berdasarkan keterangan awal dari pekerja di lokasi, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam bengkel. Dugaan ini diperkuat dengan kondisi instalasi listrik dan banyaknya material mudah terbakar seperti oli, plastik, dan peralatan bengkel. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 5×6 meter. Meski tidak terlalu besar, intensitas api meningkat cepat karena banyaknya bahan yang mudah tersulut. “Api cepat membesar karena di dalam terdapat barang-barang yang mudah terbakar,” jelas Abdul Rojak.
Dalam proses penanganan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dengan total sekitar 65 personel. Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung selama kurang lebih dua jam hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan terkendali.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, satu petugas pemadam sempat mengalami sesak napas akibat tebalnya asap dan kondisi angin yang cukup kencang saat proses pemadaman berlangsung. Sementara itu, Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra memastikan objek yang terbakar merupakan ruko yang digunakan untuk usaha bengkel motor, penjualan helm, serta pedagang kelapa muda.
“Dugaan sementara api berasal dari bengkel motor, namun kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benar akibat korsleting listrik atau ada faktor lain,” ujar Galuh. Ia juga menambahkan, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan, sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas oleh petugas kepolisian.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi. Aparat kepolisian masih berjaga dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap penyebab pasti kebakaran. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di area usaha dengan risiko tinggi kebakaran. (red)





