Selasa, Mei 19, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerang SelatanTangsel Kerahkan 108 Tim Pantau Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026

Tangsel Kerahkan 108 Tim Pantau Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 108 personel gabungan diterjunkan untuk memantau kondisi ternak kurban mulai dari lapak penjualan hingga proses penyembelihan di masyarakat.

Tim pengawas tersebut terdiri dari 54 sarjana muda koasisten calon dokter hewan dan 54 kader kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Tangsel. Mereka akan bergerak langsung ke lapangan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, layak potong, dan aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar mengatakan, setiap tim terdiri dari satu dokter hewan pendamping dan satu kader kelurahan yang ditempatkan di masing-masing wilayah.

“Jadi nanti satu tim itu ada kader dan ada dokter hewan untuk keliling. Mereka ditempatkan setiap satu kelurahan,” ujar Pipit, Selasa (19/05/2026).

Menurutnya, pengawasan dilakukan dalam dua tahap, yakni sebelum dan sesudah penyembelihan hewan kurban. Pada tahap awal, tim memastikan kondisi fisik hewan dalam keadaan sehat dan bebas penyakit. Sedangkan setelah penyembelihan, petugas memeriksa organ dalam ternak untuk mendeteksi potensi penyakit yang tidak terlihat dari luar.

“Biasanya temuan seperti cacing pita di jeroan sapi atau kambing baru bisa diketahui setelah penyembelihan dilakukan,” jelasnya.

Selain pemeriksaan di lokasi pemotongan, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan juga melakukan pengawasan rutin ke lapak-lapak penjualan hewan kurban. Hewan yang diperjualbelikan diwajibkan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun gangguan kesehatan lain akibat proses pengiriman jarak jauh.

Pipit menyebut beberapa keluhan ringan seperti mata merah, belekan, atau kelelahan sering ditemukan pada hewan yang baru tiba dari luar daerah. Namun kondisi tersebut biasanya langsung ditangani petugas dengan pemberian obat dan pemantauan intensif hingga hewan kembali fit.

“Lapak penjual dan atau hewan yang sudah diperiksa dan dinyatakan lengkap dipasangi stiker atau tanda. Jadi pembeli merasa aman,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengaku telah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi penjualan dan penyembelihan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang masuk ke Tangsel dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat kurban.

“Inspeksi ke tempat-tempat penyelenggaraan hewan kurban. Sampai saat ini belum ditemukan adanya PMK, penyakit mulut dan kuku,” ujar Benyamin.

Ia menjelaskan, sebagian besar hewan kurban yang dijual di Tangsel berasal dari sejumlah daerah sentra peternakan seperti Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan wilayah Banten. Seluruh distribusi ternak tersebut telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke wilayah Tangsel.

Pemkot Tangsel berharap pengawasan ketat ini mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat saat membeli hewan kurban sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menular selama momentum Iduladha 2026. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru