BerandaBantenTangerang SelatanTak Hanya Soal Gizi, Begini Strategi Pemkot Tangsel Perangi Stunting dari Hulu...

Tak Hanya Soal Gizi, Begini Strategi Pemkot Tangsel Perangi Stunting dari Hulu ke Hilir

TANGSEL – Mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Salah satu upaya nyata yang terus diperkuat adalah percepatan penurunan stunting melalui strategi yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari kesehatan ibu, sanitasi, hingga pola pengasuhan anak.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan pembangunan sumber daya manusia yang harus ditangani secara menyeluruh. Karena itu, Pemkot Tangsel terus memperkuat intervensi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor dengan target prevalensi stunting turun menjadi sekitar 7,5 persen pada 2026 dan 7,05 persen pada 2027.

“Penanganan stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan unggul,” ujar Benyamin beberapa waktu lalu di Puspem Kota Tangerang Selatan.

Strategi tersebut dimulai sejak remaja putri melalui edukasi gizi dan pencegahan anemia, dilanjutkan dengan pendampingan calon pengantin, pelayanan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi selama kehamilan, hingga pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Setelah anak lahir, layanan Posyandu dan Puskesmas terus diperkuat melalui pemantauan rutin, imunisasi, pemberian ASI eksklusif, serta edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan dr. Allin Hendalin Mahdaniar menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan yang dipengaruhi banyak faktor sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Stunting disebabkan oleh multifaktor dan harus diselesaikan secara multisektor. Karena itu diperlukan kolaborasi lintas OPD, kader kesehatan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar intervensi yang dilakukan benar-benar efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sinergi Dinas Kesehatan bersama perangkat daerah lainnya, TP PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemkot Tangsel juga meningkatkan akses sanitasi, air bersih, edukasi keluarga, serta kualitas pendataan keluarga berisiko stunting sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Tangerang Selatan tercatat 9 persen pada 2022, 9,2 persen pada 2023, dan 10,5 persen pada 2024. Data tersebut menjadi pijakan evaluasi sekaligus penguatan berbagai program percepatan penurunan stunting agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Melalui strategi dari hulu ke hilir yang didukung kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, Pemkot Tangerang Selatan optimistis mampu menghadirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru