TANGSEL – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan terus berinovasi dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya anak usia dini. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah menghadirkan mobil edukasi kebakaran khusus untuk anak-anak taman kanak-kanak (TK).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Achmad Dohiri Adam mengatakan, mobil edukasi tersebut nantinya dibuat dari unit damkar yg sudah tidak bisa beroperasi karena dimakan usia.
Menurut Adam, selama ini kegiatan edukasi kebakaran untuk anak-anak masih menggunakan mobil pemadam aktif. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena armada operasional tidak memiliki fasilitas keamanan khusus bagi anak usia dini.
“Anak-anak TK biasanya senang naik mobil pemadam dan ikut simulasi menyemprot air. Tapi kalau menggunakan armada operasional biasa cukup berisiko karena belum ada pengamanan khusus,” ujar Adam di Serpong Utara, Selasa (19/05/2026).
Karena itu, pihaknya berinisiatif melakukan rekondisi kendaraan menjadi mobil edukasi yang lebih aman dan nyaman. Nantinya, armada tersebut akan dimodifikasi menjadi dua lantai lengkap dengan kursi penumpang dan pagar pengaman.
“Kalau dibuat dua lantai bisa menampung sekitar 30 anak. Jadi kegiatan edukasi lebih aman, nyaman, dan interaktif,” tambahnya.
Program tersebut disiapkan sebagai bagian dari edukasi pencegahan kebakaran sejak dini. Selain mengenalkan profesi pemadam kebakaran, anak-anak juga akan diajarkan cara sederhana menghadapi situasi darurat, seperti mengenali bahaya api, pentingnya tidak bermain korek api, hingga cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran.
Dohiri menjelaskan, edukasi sejak usia dini penting dilakukan karena anak-anak termasuk kelompok rentan dalam situasi bencana maupun kebakaran rumah tangga. Dengan pendekatan yang menyenangkan, materi keselamatan diharapkan lebih mudah dipahami.
Rencananya, mobil edukasi tersebut akan digunakan berkeliling ke sekolah-sekolah TK di wilayah Tangsel sebagai sarana simulasi dan pembelajaran langsung. Selain itu, kendaraan juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan sosialisasi keselamatan kebakaran di ruang publik.
Untuk proses rekondisi kendaraan dan penambahan fasilitas keselamatan, Damkar Tangsel memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp400 juta yang diusulkan dalam APBD Perubahan 2026.
“Kami ingin edukasi kebakaran tidak lagi menakutkan bagi anak-anak, tapi menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat,” pungkas Adam. (red)





